PENILAIAN AFEKTIF Pemikiran atau perilaku harus memiliki dua kriteria untuk diklasifikasikan sebagai ranah afektif (Andersen, 1981:4). Pertama, perilaku melibatkan perasaan dan emosi seseorang. Kedua, perilaku harus tipikal perilaku seseorang. Kriteria lain yang termasuk ranah afektif adalah intensitas, arah, dan target. Intensitas menyatakan derajat atau kekuatan dari perasaan. Beberapa perasaan lebih kuat dari yang lain, misalnya cinta lebih kuat dari senang atau suka. Sebagian orang kemungkinan memiliki perasaan yang lebih kuat dibanding yang lain. Arah perasaan berkaitan dengan orientasi positif atau negatif dari perasaan yang menunjukkan apakah perasaan itu baik atau buruk. Misalnya senang pada pelajaran dimaknai positif, sedang kecemasan dimaknai negatif. Bila intensitas dan arah perasaan ditinjau bersama-sama, maka karakteristik afektif berada dalam suatu skala yang kontinum. Target mengacu pada objek, aktivitas, atau ide sebagai arah dari...
Postingan
Menampilkan postingan dari Maret, 2018
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
ANALISIS DOMAIN PSYCHOMOTOR SEBAGAI FAKTOR RELEVAN DALAM PENGERTIAN KONSEP MATEMATIKA Pendahuluan Sejak jaman dahulu, matematika, ratu dan pelayan ilmu telah menjadi komponen penting dalam asal peradaban. Demikian pula, psikomotor dari asal mula penciptaan harus dilakukan dengan keterampilan manipulatif. Misalnya, dari pria usia batu, petani dan gembala yang menggunakan perangkat yang cocok untuk memeriksa penghitungannya, mis. kerikil, kerang, batu, tongkat, gumpalan tanah, goresan di tanah, knot di tali, takik pada tongkat, dan tongkat untuk berburu, ke ahli kimia modern, mengukur cairan dan zat padat, fisikawan mengukur ruang padat, dan gerakan, ahli biologi mengukur pertumbuhan, simetri lengkungan benda-benda hidup seperti wanita cantik; Ekonom mengukur sifat manusia, produksi uang, permintaan dan penawaran, kepada sarjana sastra yang mengukur irama kata, pidato, ahli matematika yang men...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Penialian Diri Ini merupakan pernyataan yang menarik dari seorang postulat yaitu Wiggins (1993): “Pendidikan autentik membuat penilaian diri menjadi sentral/penting. Cara untuk menghilangkan kerahasiaan adalah cara yang sama untuk memastikan kualitas kerja papan atas yang lebih tinggi daripada siswa kita yang paling mengkhawatirkan: mengajari siswa bagaimana menilai sendiri dan menyesuaikan diri, berdasarkan standar kinerja dan kriteria yang akan digunakan. Implikasi praktis dari dalil ini adalah bahwa kita harus mewajibkan siswa untuk mengajukan penilaian sendiri dengan karya-karya besar. Umpan balik dari guru akan membantu menjelaskan kepada siswa bagaimana guru menilai sehubungan dengan persepsi mereka tentang "kualitas." Hal ini pada gilirannya kemungkinan besar akan memperbaiki pembelajaran siswa melalui pemahaman yang lebih baik mengenai kriteria dan terutama tingkat yang berbeda dari ko...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
A. Definisi Peniliaian (asesmen) Autentik Asesmen autentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Istilah asesmen merupakan sinonim dari penilaian, pengukuran, pengujian, atau evaluasi . Istilah autentik merupakan sinonim dari asli, nyata, valid, atau reliabel . Dalam kehidupan akademik keseharian, frasa asesmen autentik dan penilaian autentik sering dipertukarkan. Akan tetapi, frasa pengukuran atau pengujian autentik, tidak lazim digunakan. Secara konseptual asesmen autentik lebih bermakna secara signifikan dibandingkan dengan tes pilihan ganda terstandar sekali pun. Ketika menerapkan asesmen autentik untuk mengetahui hasil dan prestasi belajar peserta didik, guru menerapkan kriteria yang berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, aktivitas mengamati dan mencoba, dan nilai prestasi luar sekolah. Untuk mendapatkan pemahaman cukup komprehentif mengenai arti asesmen aut...