PROSES KOGNITIF DALAM MATEMATIKA
”Proses kognitif menghasilkan suatu hasil belajar. Hasil belajar tersebut terdiri dari informasi verbal, keterampilan intelek, keterampilan motorik, sikap dan siasat kognitif”. Kedua pendapat tersebut menegaskan bahwa pembelajaran tidak hanya menghasilkan kemampuan pada ranah kognitif, melainkan juga sikap (afektif) dan juga keterampilan (psikomotorik). Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak) yaitu kemampuan yang dimiliki oleh seorang siswa yang mencakup menghafal/remember (C1), memahami/understand (C2), menerapkan/apply (C3), menganalisis/analyse (C4), mengevaluasi/evaluate (C5), dan membuat/create (C6). Ranah kognitif dapat diukur menggunakan tes yang dikembangkan dari materi optik yang telah didapatkan di sekolah.
Teori kognitif lebih menekankan bagaimana proses atau upaya untuk
mengoptimalkan kemampuan aspek rasional yang dimiliki oleh orang lain.
Teori Perkembangan Kognitif menurut
“Jean piaget “
Teori Jean Piaget tentang perkembangan
kognitif memberikan batasan kembali tentang kecerdasan, pengetahuan dan
hubungan anak didik dengan lingkungannya. Kecerdasan merupakan proses yang
berkesinambungan yang membentuk struktur yang diperlukan dalam interaksi terus menerus
dengan lingkungan. Struktur yang dibentuk oleh kecerdasan, pengetahuan sangat
subjektif waktu masih bayi dan masa kanak – kanak awal dan menjadi objektif
dalam masa dewasa awal.
Piaget juga memberikan proses
pembentukan pengetahuan dari pandangan yang lain, ia menguraikan pengalaman
fisik, yang merupakan abstraksi dari ciri – ciri dari obyek, pengalaman logis
matematis atau pengetahuan endogen disusun melalui proses pemikiran anak didik
. Sruktur tindakan, operasi kongkrit dan operasai formal dibangun dengan jalan
logis – matematis.
Dari aspek tenaga pendidik misalnya.
Seorang guru diharuskan memiliki kompetensi bidang kognitif. Artinya seorang
guru harus memiliki kemampuan intelektual, seperti penguasaan materi pelajaran,
pengetahuan mengenai cara mengajar, pengetahuan cara menilai siswa dan
sebagainya.
·
Faktor yang Berpengaruh dalam
Perkembangan Kognitif, yaitu :1. Fisik
Interaksi antara individu dan dunia luat
merupakan sumber pengetahuan baru, tetapi kontak dengan dunia fisik itu tidak
cukup untuk mengembangkan pengetahuan kecuali jika intelegensi individu dapat
memanfaatkan pengalaman tersebut.
2.Kematangan
Kematangan sistem syaraf menjadi penting
karena memungkinkan anak memperoleh manfaat secara maksimum dari pengalaman
fisik. Kematangan membuka kemungkinan untuk perkembangan sedangkan kalau kurang
hal itu akan membatasi secara luas prestasi secara kognitif. Perkembangan
berlangsung dengan kecepatan yang berlainan tergantung pada sifat kontak dengan
lingkungan dan kegiatan belajar sendiri.
3.Pengaruh sosial
Lingkungan sosial termasuk peran bahasa
dan pendidikan, pengalaman fisik dapat memacu atau menghambat perkembangan
kognitifnya.
masalah yang saya ajukan adalah bagaimana meerapkan proses kognitif siswa hingga ke C4 sampai C6 terutama untuk siswa SMK di daerah yang susah dalam belajar?
menurut saya, cara yang dapat dilakukan ialah dengan cara pembiasaan dalam proses pembelajaran, ketika dalam pembelajran matematika proses kognitif dilakukan dengann tujuan membantu pemerolehan informasi dalam pemahaman materi pelajaran matematika. seorang guru harus memiliki ide dan kreatifitas dalam setiap proses pembelajran sehingga pembelajaran dapat dilakukan dengan mengacu pada proses kognitif
BalasHapusjadi caranya adalah dengan pembiasaan untuk pemahaman materi dan guru memiliki ide kreatif dalam setiap proses pembelajaran. misalkan dengan menerapkan perubahan metode belajar dengan pembelajaran bermakna, misalkan dengan penerapan perbandingan trigonometri bukan cuma gambar segitiga siku siku.. tapi dengan mencari objek yang berbentuk segitiga siku siku untuk mencari perbandingan sisi miring sisi depan sudut dan sisi samping sudut
BalasHapussolusinya guru harus kreatif dengan memanfaatkan segala kekurangan menjadi hal yang mungkin justru bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan pembelajaran.
BalasHapusjadi guru harus memanfaatkan kekurangan yang ada.... bagaimana maksudnya... apa contohnya
Hapussolusinya kita sebagai guru harus lebih kreatif lagi dalam merancang proses pembelajaran, selain itu juga kita bisa memanfaatkan fasilitas yang ada.
BalasHapusmeamnfaatkan fasilitas yang ada menurut anda yang seperti apa mbak, jika kita sudah merubah strategi dan metode mengajar namun proses menganalisi siswa belum juga terpenuhi. jadi mungkin solusinya adalah dengan memberikan evaluasi soal soal secara bertahap dari tingkat soal c4 dan seterusnya
Hapussolusinya guru harus lebih kreatif dalam proses pembelajaran
BalasHapusCaranya adalah dengan mengkolaborasikan antara pembelajaran bermakna dengan media pembelajaran yang asik dan kreatif sehingga memudahkan siswa dalam memahami materi serta mengaplikasikannya untuk memecahlan masalah dunia nyata
BalasHapusSebagai guru dpt memberikan motivasi, terbimbing, ide kreatif, inovasi dan strategi yg tepat dlm proses pembelajaran agar siswa dpt mengikuti pembelajaran secara optimal.
BalasHapussolusi nya guru harus pinter-pinter memanfaatkan apa yang ada menjadi suatu lebih kreatif sehingga siswa dapat paham dalam pembelajarannya walaupun dalam keterbatasan
BalasHapusKita sebagai guru harus kreatif dalam proses mengajar sehingga tercapai tujuan pemnelajaran
BalasHapusdalam menerapkan proses kognitif siswa hingga ke C4 sampai C6 terutama untuk siswa SMK di daerah yang susah dalam belajar mungkin bisa melakukan tahap demi tahap menerapkan proses kognitif siswa.. dari C1 hingga C6,, akan berhasil jika melewati tiap tiap proses dengan perlahan..
BalasHapusmenurut saya dengan menggunakan model pembelajarna yang menyenangkan dan menghubukannya langsung ke dalam kehidupan sehari-hari
BalasHapus